Produsen Minyak Sawit Asal Inggris Akuisisi Dua Perusahaan Sawit di Kaltim
JAKARTA - MP Evans Group PLC mengakuisisi dua perusahaan sawit/' alt='sawit' style='color:#0078b8;'>sawit di Kalimantan Timur, yaitu PT Agro Bumi Kaltim (ABK) dan PT Nusantara Agro Sentosa (NAS). Keduanya, anak usaha PT Palma Serasih Tbk. Proses akuisisi ini diharapkan selesai sebelum akhir 2023.
MP Evans Group PLC merupakan produsen minyak sawit berkelanjutan yang berkantor pusat di Inggris. Seperti dilansir sawitindonesia.com, Senin (11/9/2023), dalam siaran pers yang dikutip dari laman perusahaan, nilai akuisisi kedua perusahaan ini mencapai US$60 juta atau sekitar Rp 920 miliar (kurs Rp 15.000).
MP Evans Group menyebutkan akuisisi ini sejalan dengan strategi grup untuk meningkatkan luas lahan tanam dekat dengan operasional perkebunan di Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. PT ABK dan PT NAS berlokasi di Kalimantan Timur dengan total luas perkebunan sawit 8.350 hektare. Dengan luas perkebunan sawit masing-masing 4.973 ha (ABK) dan 3.377 ha (NAS).
Peter Hadsley-Chaplin selaku Chairman MP Evans menjelaskan, bertambahnya luas perkebunan melalui akuisisi kedua perusahaan merupakan pencapaian dan kemauan yang luar biasa menjadikan total area kelola lebih dari 65.000 ha.
“Kami sangat tertarik untuk mengakuisisi lebih banyak perkebunan di dekat Kota Bangun untuk beberapa waktu, dan memasok perkebunan ABK hasil panennya ke pabrik kami yang ada akan semakin meningkatkan efisiensi operasional kami. Dengan menghasilkan produksi panen yang lebih banyak, kami akan terus meningkatkan produksi kami,” jelasnya.
Dari luas 8.350 ha, seluas 6.664 ha dikelola langsung oleh perusahaan dan 1.686 ha dikelola atas nama koperasi petani kecil. Areal tanam di kedua perusahaan mayoritas merupakan pohon tanaman muda karena hampir 90% ditanam antara 2017-2019. MP Evans mengharapkan hasil dari tanaman muda ini arealnya akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya tanaman menghasilkan (mature).
Nilai akuisisi kedua perusahaan dibanderol US$9.000/ha. Dengan selesainya transaksi ini diharapkan seluruh hasil panen dari ABK dapat terkirim ke perkebunan grup di Kota Bangun untuk diproses ke pabrik milik MP Evans. Hasil panen dari NAS nantinya akan dikirim ke pabrik eksternal.
Dalam laporan kedua perusahaan sampai 31 Desember 2022, ABK merugi setelah pajak sebesar US$3 juta dan NAS rugi setelah pajak sebesar US$2,6 juta. Walaupun demikian, MP Evans mengharapkan hasil produksi dari ABK dan NAS akan meningkat seiring dengan semakin matangnya bidang tersebut. Seiring pula dengan upaya manajemen untuk meningkatkan standar agronomi di kedua perkebunan.(zed)













